Jumat, 11 Maret 2011

nama-nama pengusaha sukses

Berikut adalah beberapa nama pengusaha sukses dari sekian banyak nama.
1.    Tomi Winata (Bos Artha Graha)
Tomi adalah orang yang sukses. Dulunya ia seorang yang sangat miskin. Hidupnya sangat memperihatinkan. Sejak kecil ia sudah menjadi yatim-piatu. Penguasaha bernama aslli Oe Suat Hong ini dilahirkan di Pontianak pada 1958. Tomi yang akrab dipanggil TW sudah memulai bisnis sejak usia 15 tahun.
Awal dari bisnisnya dimulai sejak ia berkenalan dengan seorang komandan rayon militer di Kalimantan. Dari perkenalan itulah, akhirnya Tomi dipercaya untuk membangun kantor koramil di Kalimantan. Tomi kemudian menjadi orang dikenal di kalangan militer.
Sejak itu, pihak militer sering mempercayakan Tomi untuk menangani berbagai proyek pembangunan. Hingga ia memutuskan untuk bisnis di berbagai bidang properti.
Tomi atau TW juga mengembangkan bisnis di bidang lain seperti perdagangan, perhotelan, transportasi, perbankan, telekomnukai, dan lain-lain. Berbagi bisnis itu ia jalani dengan ulet dan penuh kesungguhan. Hal inilah yang menjadikan dirinya sukses dalam berbisnis.
Beberapa perusahaan yang pernah dia dirikan adalah PT. Danayaksa Arthatama yang didiririkan pada 1989. Kemudian ia juga bermitra dengan Yayasan Kartika Eka Paksi, milik TNI AD. Ia juga mendirikan proyek raksasa Sudirman Central Bussines Distric (SCBD) yang katanya menghabiskan dana 3,25 miliar dolar. Serta memimpin lebih dari 16 perusahaan lebih.
2.    Basrizal Koto (Berawal dari Menjual Pete)
Basrizal Koto atau yang akrab dipanggil Basko merupakan bos yang telah memimpin 15 perusahaan lebih di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu sebagian besar tergabuang dalam MCB Group miliknya.
Beberapa perusahaan itu adalah PT. Basko Minang Plaza yang merupakan bisnis di bidang pusat perbelanjaan, PT. Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT. Bastara Jaya Muda (tambang batu bara), PT. Riau Agro Mandiri (penggemukan, impor dan ekspor ternak), dan lain-lain.
Basko lahir pada 1959 di sebuah kota bernama Pariaman di Sumatera Barat. Kehidupan masa kecilnya dilalui dalam kondisi kemiskinan. Hidupnya sangat getir dan memprihatinkan waktu itu. Bahkan untuk makan saja, ibunya harus meminjam beras ke tetangga. Perutnya sering kelaparan karena hanya bisa makan satu kali dalam sehari. Ayahnya hanyalah seorang buruh tani yang kemudian pergi merantau ke Riau.
Karena didorong oleh kesusahan hidup itulah akhirnya Basko memutuskan untuk merantau juga ke Riau. Di perantauan, Basko pernah menjadi kernek. Dari kernek, ia kemudian dipercaya menjadi supir oplet. Basko mengawali bisnisnya dengan menjual pete. Ia juga pernah menjadi pemborong, tukang jahit, hingga mampu memiliki sebuah dealer mobil.
Keahlian yang dimiliki Basko adalah berkomunikasi. Ia juga pandai membangun jaringan, menepati janti, dan selalu menjaga kepercayaan. Hal-hal itulah yang membuat dirinya berhasil menaklukkan kemiskinan hingga bisa membangun kerajaan bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan.
3.    Puspo Wardoyo (Bos Rumah Makan Wong Solo)
Puspo Wardoyo merupakan pemilik waralaba Rumah Makan Wong Solo. Rumah makan yang terkenal dengan ciri khasnya, yaitu ayam bakar. Hingga kini Rumah Makan Wong Solo telah memiliki 20 lebih gerai Ayam Bakar Wong Solo.
Gerainya tersebar di sekitar Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo racikan Puspo Wardoyo ini selalu ramai dikunjungi tiap jamnya.
Kesuksesan bisnis Puspo Wadoyo hanya bermodal awal 700 ribu rupiah. Dengan modal awalnya itu, ia mampu mencapai bisnis yang hebat. Puspo yang kini punya istri 3 orang ini dahulunya adalah seorang dosen dan guru. Lantas ia beralih ke dunia bisnis karena profesinya dianggap tidak mencukupi kebutuhan keluarga.
Ia memilih bisnis ayam bakar karena wasiat dari ayahnya. Tiga hari sebelum ayahnya meninggal, ia berpesan bahwa Puspo harus berjualan ayam bakar kalau mau sukses.

4.    Roy Lukito (Pengusaha Tas Terbesar)
Roy Lukito dikenal sebagai pengusaha tas terbesar di Indonesia. Produk-produknya diproduksi dari perusahaan B&B Incorporation (B&B Inc.). Perusahaan ini telah memproduksi tas dengan berbagai merek terkenal seperti; Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, dan lain-lain.
Merek-merek tersebut memang sudah dikenal di kalangan mahasiswa dan pelajar. Roy memang menargetkan pasarnya untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.
Seperti kebanyakan kisah sukses pengusaha lainnya, Roy Lukito lahir dari keluarga yang tidak mampu. Orang tuanya merupakan orang yang hidup dalam kemiskinan. Karena kemiskinannya, Roy hanya lulus sekolah sampai STM.
Sejak sekolah, Roy sudah memperlihatkan bakat bisnisnya. Ia dikenal sebagai anak yang suka bekerja keras dan ulet. Roy pernah berjualan susu saat masih STM. Susu yang dijual dari rumah ke rumah itu, ia jual dalam bentuk bungkusan plastik kecil  dengan diikat karet. Roy mengatakan kalu bisnis tasnya dimulai dari nol. Ia terus merintis usaha tas hingga sukses seperti sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar